Name : Rahmad Fudi Istanto
NIM : A320090213
Class : F
How to capturing Picture?
Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:
* Bird Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
* High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
* Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.
* Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
* Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.
Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
* Objek bergerak sejajar dengan kamera.
* Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.
* Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.
Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
* Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.
* Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
* Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
* Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
* Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
* Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
* The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
* Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.
* Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
* Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
* Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
* Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
* Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.
Selain teknik2 diatas, masih ada beberapa tehknik dalam pengambilan gambar:
1. EWS (Extreme Wide Shot):Gambar diambil dari jarak yang sangat jauh bahkan subjek dari karakter tokoh tidak kelihatan sama sekali, hanya suasana dalam sebuah lingkungan (environment) yang diambil secara luas. Biasa digunakan pada bagian awal pembuka film untuk membangun suasana.
2. VWS (Very Wide Shot):Subjek mulai kelihatan tapi tetap dengan menempatkan pada lingkungan sekitarnya. Bisa dikatakan bahwa jarak subjek pada VWS lebih dekat ketimbang EWS yang subjeknya bahkan bisa saja tidak keliatan sama-sekali. Subjek pada VWS pada intinya adalah penempatan ruang dan lingkungan yang masih menyertainya.
3. WS (Wide Shot):Pengambilan subyek memenuhi isi frame, lengkap dari kepala hingga kaki dengan komposisi gambar seartistik mungkin.
4. MS (Mid Shot):Subjek ditempatkan setengah frame dengan spesifikasi detil tertentu untuk mendapatkan impresinya pada gambar. MS lebih menitikberatkan pada gesture tokoh tanpa menitikberatkan intensitasnya. Ditujukan untuk mendapatkan detil konsentrasi emosional dan ekspresi tertentu dalam pemberian kekuatan karakter tokoh yang diambil gambarnya.
5.MCU (Medium Close Up):Subjek diambil gambarnya agak mendekat tapi bukan kelewat dekat (close up), menggambarkan kondisi wajahnya lebih jelas ketimbang MS namun masih dengan beberapa perangkat pun kesibukan lainnya. Teknik yang menekankan subjek yang menggambarkan fakta bahwa tokoh atau karakter tertentu dalam film dengan ekspresinya.
6. CU (Close Up):CU adalah penggambaran karakter tokoh dengan menempatkan wajahnya 1 frame penuh dengan segala ekspresinya.
7. ECU (Extreme Close Up): ECU lebih ditekankan pada pengambilan detil ekspresi dan karakter tokoh yang diperankan. Menunjukkan dengan sangat detil ekspresi yang diambil dari bagian-bagian tertentu tubuh seperti mata, hidung atau bibir.
8. Cut-In:Teknik pengambilan gambar pada subjek untuk detil tertentu dan tanpa muka. Dalam contoh gambar ini bagaimana seorang subjek tengah memegang kamera dan detil memegang kamera itulah yang ditekankan.
9. Cutaway:Teknik pengambilan gambar di mana subjek berada pada lingkungannya dengan subjek-subjek lainnya. Di tengah kerumunan, pun di antara banyak orang. Dalam pekerjaan editing, CA lebih digunakan sebagai penyerantara (in-between) dengan gambar berikutnya untuk memberikan impresi tertentu pada penekanan informasi karakter yang diperankan.
10.Two Shot:Pengambilan gambar dengan 2 subjek. Memang agak mirip dengan MS, hanya saja ini 2 subjek. Dasar teorinya, "One-Shot" bisa berarti "Mid-Shot", pun "Three-Shot" juga berarti mengambil gambar dengan 3 subjek.
11. OSS (Over-the-Shoulder Shot):Adanya subjek gambar yang membelakangi subjek lain, biasanya diambil dengan ukuran sepertiga subjek dari frame. Teknik ini adalah pengambilan gambar dengan memasukkan bagian belakang subjek lain untuk membelakangi subjek karakter tokoh dalam frame.
12. Noddy Shot:Biasanya mengacu pada posisi subjek yang sedang menyimak, mendengarkan, atau memperhatikan subjek lain. Teknik pengambilan gambar yang paling sering dipakai program berita televisi ketika mewawancarai narasumber.
13. POV (Point-of-View):Teknik pengambilan gambar dengan menekankan sudut perspektif dari subjek, atau elemen tertentu lainnya. Paling sering dipakai pada subjek yang tengah memberikan impresi tertentu pada karakternya yang diwakilkan dengan tangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar